Tujuan pembuatan program ini (program garis) adalah untuk membuat garis vertical, horizontal, dan diagonal dengan nilai x awal, x akhir, y awal, dan y akhir sesuai dengan nilai yang diinput oleh user.
Untuk link full aplikasi beserta penjelasan berada disini
Untuk filenya saja disini
Mahasiswa Universitas Gunadarma Jurusan Sistem Informasi NPM : 11117406 Kelas : 3KA24
Senin, 28 Oktober 2019
Sabtu, 12 Oktober 2019
Pengertian & Contoh AI
v Pengertian Artificial Intelligence
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
yaitu kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam
konteks ilmiah. Atau adalah bagian dari
ilmu komputer yang mempelajari tentang agaimana sebuah komputer bisa dibuat
dengan sedemikian rupa agar dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang
dilakukan oleh manusia.
v
Sejarah Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan sebenarnya sudah dimulai
sejak musim panas tahun 1956. pada waktu itu sekelompok pakar komputer, pakar
dan peneliti dari disiplin ilmu lain dari berbagai akademi, industri serta
berbagai kalangan berkumpul di Dartmouth College untuk membahas potensi
komputer dalam rangka menirukan atau mensimulasi kepandaian manusia. Beberapa
ilmuwan yang terlibat adalah Allen Newel, Herbert Simon, Marvin Miskey, Oliver
Selfridge, dan John McCarthy. Sejak saat itu, para ahli mulai bekerja keras
untuk membuat, mendiskusikan, merubah dan mengembangkan sampai mencapai titik
kemajuan yang penuh. Mulai dari laboratorium sampai pada pelaksanaan kerja
nyata. Pada mulanya kecerdasan buatan hanya ada di universitas dan laboratorium
penelitian, dan hanya sedikit sekali – jika ada produk praktis yang sudah
dikembangkan. Menjelang akhir tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, mulai
dikembangkan secara penuh dan hasilnya secara berangsur-angsur mulai
dipasarkan. Saat ini, sudah banyak hasil penelitian yang sedang dan sudah dikonversikan menjadi produk nyata yang
membawa keuntungan bagi pemakainya. Kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI), definisinya menurut beberapa pakar:
1.
Schalkoff (1990): AI adalah bidang studi yang berusaha
menerangkan dan meniru perilaku cerdas dalam bentuk proses komputasi.
2.
Rich dan Knight (1991): AI adalah studi tentang cara
membuat komputer melakukan sesuatu yang, sampai saat ini, orang dapat
melakukannya lebih baik.
3.
Luger dan Stubblefield (1993): AI adalah cabang ilmu
komputer yang berhubungan dengan otomasi perilaku yang cerdas.
4. Haag
dan Keen (1996): AI adalah bidang studi yang berhubungan dengan penangkapan,
pemodelan, dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi
informasi sehingga sistem tersebut dapat memfasilitasi proses pengambilan
keputusan yang biasanya dilakukan oleh manusia.
v Contoh Artificial Intelligence
1. Google AI-Powered Predictions
Menggunakan data lokasi yang dianonimkan dari android,
Google Maps (Peta) dapat menganalisis kecepatan pergerakan lalu lintas pada
waktu tertentu. Dan, dengan akuisisi aplikasi lalu lintas crowdsourced Waze
pada 2013, Maps dapat lebih mudah memasukkan insiden lalu lintas yang
dilaporkan pengguna seperti konstruksi dan kecelakaan. Akses ke sejumlah besar
data yang diumpankan ke algoritma kepemilikannya yang berarti Maps dapat
memotong waktu dengan menyarankan rute tercepat dari tempat kita berdiri sampai
ke tujuan.
2. Aplikasi Ridesharing Seperti Uber dan Lyft
Pimpinan Teknik untuk Uber ATC Jeff Schneider membahas
dalam sebuah wawancara NPR bagaimana perusahaan menggunakan ML untuk
memprediksi permintaan pengendara untuk memastikan bahwa “lonjakan harga”
(periode kenaikan harga yang tajam untuk mengurangi permintaan pengendara dan
meningkatkan pasokan pengemudi) akan segera tidak lagi diperlukan . Kepala
Pembelajaran Mesin Uber Danny Lange mengonfirmasi penggunaan pembelajaran mesin
oleh Uber untuk ETA untuk perjalanan, perkiraan waktu pengiriman makanan di
UberEATS, menghitung lokasi penjemputan yang optimal, serta untuk deteksi
penipuan.
3. Penerbangan Komersial Menggunakan Autopilot AI
Autopilot AI dalam maskapai komersial secara
mengejutkan merupakan penggunaan awal teknologi AI yang berasal dari tahun
1914, tergantung pada seberapa longgar Anda mendefinisikan autopilot. The New
York Times melaporkan bahwa penerbangan rata-rata dari sebuah pesawat Boeing
hanya memerlukan tujuh menit penerbangan yang dikemudikan manusia, yang
biasanya hanya digunakan untuk lepas landas dan mendarat.
4. Voice-to-Text
Fitur standar pada telepon pintar saat ini adalah Voice-to_Text.
Dengan menekan tombol atau mengucapkan frasa tertentu "Ok Google"
misalnya, Anda dapat mulai berbicara dan telepon Anda mengubah audio menjadi
teks. Saat ini, ini adalah tugas yang relatif rutin, tetapi selama
bertahun-tahun, transkripsi otomatis yang akurat berada di luar kemampuan
bahkan komputer yang paling canggih sekalipun. Google menggunakan jaringan
saraf tiruan untuk memperkuat pencarian suara. Microsoft mengklaim telah
mengembangkan sistem pengenalan ucapan yang dapat mentranskripsikan percakapan
sedikit lebih akurat daripada manusia.
5. Sistem Search
Pada zaman sekarang banyak system search yang jauh
lebih akurat dan sempurna. Seperti sistem search yang dimiliki oleh google,
atau beberapa aplikasi social media dan aplikasi online shop. Sistem search ini
dapat mencari dan memberikan saran yang lebih tepat walaupun sang pengetik
tidak begitu jelas maupun detail dalam menulisnya.
Sumber:
Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni. Pengenalan Teknologi
Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2003.
Andri Kristanto, Kecerdasan Buatan (Sebuah Pengantar), Edisi
Pertama. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu, 2004.
Anita Desiani dan M. Arhami. Konsep Kecerdasan Buatan.
Yogyakarta: Penerbit Andi, 2006.
A. Walid Salameh. A Study in Informatics and Control, Vol.
13, No.2, June 200 pp.135.
Jumat, 11 Oktober 2019
Pengertian Karakteristik & Contoh Sistem Cerdas
v Pengertian Sistem Cerdas
Sistem
Cerdas adalah kecerdasan yang diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin
(computer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Sistem cerdas
adalah sistem yang menerapkan kecerdasan buatan. Jadi, “kecerdasan” inilah yang
diciptakan untuk kemudian dimasukkan ke dalam suatu mesin atau komputer. Sistem
ini dibuat agar dapat berpikir layaknya manusia.
v Ciri-ciri Sistem Cerdas:
1.
Dapat
berpikir
Sistem cerdas
dapat berfikir layaknya manusia. Sistem kerja otak
manusia dilukiskan dalam sebuah sel saraf yang akan berintegrasi satu sama lain
pada otak manusia. Pada mesin di tanamkan cara kerja sel saraf yang menyerupai
manusia, sehingga diperlukan perumusan persamaan model matematik. Model
persamaan matematik tersebut dituliskan pada program-program komputer seperti
pada Visual Basic, Delphi, DEV C++,Matlab dan lain-lain.
2.
Memiliki
perasaan
Mesin yang
memiliki logika juga dapat memiliki perasaan. Logika Samar
merupakan perasaan yang ditanamkan pada komputer, sehingga komputer dapat
mengambil keputusan 'diantara 1 dan 0' atau dengan kata lain, komputer dapat
memiliki toleransi, unsur rasa, atau 'kira-kira'. Komputer juga dapat memiliki
kesensitifan dari input yang diberikan sehingga berpengaruh dalam output yang
didapat. Sehingga dalam kerjanya, logika tersebut menggunakan
perasaan.
v
Contoh Implementasi Sistem Cerdas:
1.
Bidang Komputer dan Sains
Beberapa daftar aplikasi yang
sebelumnya dikembangkan oleh para peneliti kecerdasan buatan adalah GUI
(Graphical User Interface), Kalkulasi koordinat mouse pada layar monitor,
manajemen penyimpanan otomatis, pemrograman dinamis serta pemrograman orientasi
objek.
2. Finansial
Pada bidang finansial, penggunaan
kecerdasan buatan ditujukan pada pengorganisasian operasi, investasi saham, dan
memanajemen properti. Sebuah sistem yang memiliki kecerdasan buatan dapat
mengkalkulasi inflasi maupun deflasi yang akan terjadi di masa depan serta
dapat mengkalkulasi probabilitas naik turunnya harga saham sehingga dapat
digunakan untuk menentukan investasi secara detail.
3. Kesehatan
Pada bidang
kesehatan, sistem kecerdasan buatan telah digunakan, slah satunya adalah
algoritma genetika yang memungkinkan simulasi proses evolusi dan rekayasa
genetika diuji coba tanpa memerlukan “korban” makhluk hidup. Algoritma ini juga
dapat digunakan untuk pencocokan DNA yang sering digunakan dan saat ini mungkin
populer untuk mengidentifikasi identitas seseorang
4. Industri
Mesin – mesin
industri menggantikan pekerjaan yang berbahaya bagi pekerja.
5. Telekomunikasi
Pada Bidang
telekomunikasi, sistem kecerdasan buatan juga banyak digunakan antara lain
untuk pencarian heuristik tentang tenaga kerja mereka, mengatur penjadwalan
puluhan ribu pekerjanya, serta menentukan jumlah gaji sesuai dengan kualitas
kerja mereka. Semuanya dilakukan secara otomatis dengan kecerdasan buatan yang
telah diimplementasikan ke dalam sistemnya.
6. Pengembangan
Game
Game masa kini
sudah menggunakan rule yang berbeda dari sebelumnya. Kini jika pemain harus
memulai lagi permainan maka dia tidak akan menemui pola yang sama dengan yang
dimainkannya sebelumnya.
7. Pengembangan
Mainan
Peralatan permainan seperti AIBO
dan ASIMO, robot anjing cerdas dan robot yang menyerupai manusia yang dapat
berinteraksi dengan manusia menjadi salah satu favorit alat bermain yang telah
menggunakan kecerdasan buatan pada sistemnya. AIBO dan ASIMO ini dapat
berinteraksi dengan manusia melalui suara, fitur speech recognition di
dalamnya, robot ini dapat mengerti apa yang diucapkan manusia dan
menanggapinya.
Sumber:
Jumat, 14 Juni 2019
TUGAS IV ITSM (Information Technology Service Management)
ITSM
(Information Technology Service Management)
IT service management
adalah sebuah penyediaan layanan pelanggan yang berkualitas dengan memastikan
kebutuhan dan expetasi pelanggan
terpenuhi. Manajemen
Layanan TI mengacu pada jumlah proses dan praktik yang diperlukan untuk
mengelola dan mendukung Layanan Teknologi Informasi. Praktik ITSM dimaksudkan
untuk mendukung, dengan cara yang independen dari vendor, sepenuhnya spektrum
layanan TI dari jaringan ke aplikasi hingga layanan bisnis lengkap. Manajemen
Pelayanan kerangka kerja proses dan standar seperti ITIL, IT4IT, eTOM atau
COBIT telah berkontribusi untuk menentukan standar prosedur operasi dan layanan
pendukung dalam organisasi sambil memberikan kualitas dan perolehan efisiensi untuk
tim Operasi TI.
Secara umum, ITSM meliputi:
Ø Metode,
alat, dan proses yang digunakan departemen TI untuk mendukung dan mengaktifkan
ekosistemnya;
Ø memberikan
layanan bisnis;
Ø Kerangka
di mana efektivitas dan nilai layanan TI diukur;
Ø Dukungan
untuk integrasi Agile dan Waterfall DevOps;
Ø Mendukung
domain teknik dan operasi;
Ø Kemampuan
untuk diterapkan pada fase / lingkungan pra-produksi dan produksi.
Dalam
lingkungan yang kompleks saat ini, klien ditantang untuk memberikan inovasi dan
nilai bisnis lebih cepat mengoptimalkan
operasi. Tim-tim operasi perlu mendukung Cloud dan hibrid di tempat dan di luar
lokasi
layanan infrastruktur dan mengintegrasikannya dengan aset
ITSM mereka saat ini dan memberikan dengan kecepatan dan ketangkasan.
Mengelola peningkatan kompleksitas operasional, merespons
perubahan yang berkelanjutan sambil menyediakan operasional
umpan balik kepada seluruh tim Operasi adalah tantangan
utama alamat Manajemen Layanan TI.
Dalam
lingkungan yang kompleks saat ini, klien ditantang untuk memberikan inovasi dan
nilai bisnis lebih cepat mengoptimalkan
operasi. Tim-tim operasi perlu mendukung Cloud dan hibrid di tempat dan di luar
lokasi
layanan infrastruktur dan mengintegrasikannya dengan aset
ITSM mereka saat ini dan memberikan dengan kecepatan dan ketangkasan.
Mengelola peningkatan kompleksitas operasional, merespons
perubahan yang berkelanjutan sambil menyediakan operasional
umpan balik kepada seluruh tim Operasi adalah tantangan
utama alamat Manajemen Layanan TI.
Domain dan
kemampuan Manajemen Layanan TI termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
Ø Hosting katalog layanan TI, memfasilitasi dan
mengoordinasikan permintaan dan pemenuhan efisien layanan tersebut;
Ø Mengelola Ketersediaan & Ketahanan Proses Bisnis
melalui teknologi yang memungkinkan;
Ø Jaminan Layanan TI - termasuk Kesehatan / Kinerja serta
Identifikasi, Analisis dan Penyelesaian masalah yang terkait dengan layanan yang mendukung teknologi;
Ø Manajemen siklus hidup penuh aset TI - baik itu perangkat
keras, perangkat lunak,; aplikasi atau virtual (mis. Cloud).
Selain mendukung layanan infrastruktur cloud dan hybrid,
ITSM juga memainkan peran kunci mendukung Agile dan praktik dan tujuan DevOps seperti:
Ø Manajemen konfigurasi untuk memastikan lingkungan yang
konsisten di seluruh pengembangan, pengujian dan produksi;
Ø Manajemen Insiden untuk memungkinkan tindakan korektif
yang tepat waktu;
Ø Infrastruktur dan manajemen kinerja aplikasi untuk
menyediakan pemantauan berkelanjutanvdiperlukan untuk kualitas aplikasi berkelanjutan;
Ø Manajemen layanan bisnis untuk menyediakan dasbor bisnis
yang ditenagai oleh analitik umpan balik bisnis berkelanjutan para pemangku kepentingan memungkinkan
mereka untuk menyesuaikan rencana mereka.
Akhirnya,
praktik dan alat Manajemen Layanan TI memungkinkan dan memastikan operasi yang
konsisten dan andal korporasi
dan memberikan umpan balik kepada semua pemangku kepentingan. Tanpa mereka,
proyek akan sulit untuk mengarahkan pada rute yang terus berkembang dilacak
oleh kebutuhan inovasi bisnis Anda.
ITIL
dan ITSM
ITSM menyediakan
kerangka kerja untuk menyelaraskan kegiatan yang terkait dengan teknis IT dan
interaksi personel-personel didalamnya dengan proses bisnis dan pengguna. ITIL
adalah salah satu framework Best Practice yang sudah umum digunakan dalam dunia
industri. Tujuannya adalah agar sebuah layanan dapat memenuhi kebutuhan bisnis
dan sesuai dengan perspektif kualitas yang telah disepakati dengan pengguna
dengan biaya dan resiko yang dapat diminimalisir. Siklus hidup dari ITIL dapat
dilhat pada Gambar 2.
Gambar
2. Siklus Hidup Framework ITIL
ITIL V3 terdiri dari 5
buku, yang memuat prinsip-prinsip, proses, fungsi dan topik-topik terkait dari
masing-masing siklus hidup mulai dari Service Strategy, Service Design, Service
Transition, Service Operation, dan Continual Service Improvement.
ITIL Mendukung ITSM dengan cara
berikut:
Service
Strategy (Strategi
layanan) - adalah tahap perencanaan di mana Anda berjuang untuk
cara penyampaian yang efektif jasa. Pada tahap ini Anda melihat secara strategis bagaimana Anda dapat
memanfaatkan kemampuan teknologi dan proses bisnis dan memberikan panduan tentang bagaimana
merancang dan mengembangkan layanan secara efektif
kemampuan manajemen sebagai aset strategis.
Service
Design (Desain layanan)– Merencanakan dan membangun arsitektur layanan generasi
selanjutnya di lokasi, cloud, dan infrastruktur hybrid. Di sini kita perlu merancang
layanan yang skalabel dan hemat biaya dengan mempertimbangkan
infrastruktur, aplikasi, dan teknologi manajemen layanan
yang akan digunakan untuk mengelola layanan.
Service
Transition (Transisi
layanan)– Pada tahap ini kami sedang melihat proses inti Manajemen
Dukungan Layanan TI (ITSSM) berfokus pada alur kerja dan cara yang efektif untuk memindahkan layanan ke
dalam operasi. Di sini kita melihat otomatisasi konfigurasi, perubahan, dan rilis mengalir terlalu
efektif menyebarkan layanan ini ke dalam produksi.
Service
Operation (Operasi
layanan) - Pada titik ini kami secara efektif mengelola layanan
berdasarkan basis sehari-hari. Kita memastikan ketersediaan dan kinerja layanan
dan infrastruktur bisnis. Kami menggunakan pemantauan dan otomatisasi untuk
meningkatkan keandalan layanan dan memastikan kami memiliki kapasitas dan
ketahanan yang memadai layanan
untuk mempertahankan operasi layanan.
Continual
Service Improvement (Peningkatan
layanan)– Di sini, kami memberikan peningkatan layanan dan solusi
yang berkelanjutan melalui peningkatan visibilitas dan integrasi alat dan proses. Kami
mengumpulkan metrik dan mengukur KPI untuk memahami tingkat kematangan layanan
dan memastikan kami menyediakan layanan berkualitas yang diharapkan oleh
pelanggan kami. Kami fokus pada siklus hidup layanan penuh dan memahami di mana kami dapat memberikan
peningkatan dalam pengoperasian layanan.
Perkembangan Era
Industri 4.0 memaksa adanya penyesuain-penyesuaian pada ITIL V3 menjadi ITIL V4
yang merupakan sebuah inisiatif berbasis masyarakat dan industri. Disrupsi
teknologi di Industri 4.0 memaksa organisasi untuk terus menerus beradaptasi
secara lincah dan cepat, sehingga ada banyak perubahan di dalam ITSM. Hal ini
menunjukkan bahwa disiplin ilmu dalam ITSM juga bergerak dinamis mengikuti
perkembangan zaman.
INDUSTRI
4.0
Konsep Industri 4.0
tidak terbatas hanya untuk manufaktur langsung di perusahaan tetapi mencakup
juga rantai nilai lengkap dari penyedia layanan kepada pelanggan dan semua
fungsi dan layanan bisnis perusahaan. Industri 4.0 mengasumsikan dukungan luas
dari seluruh siklus hidup sistem, produk dan seri, didistribusikan secara
spasial dan organisasional.
Gambar 3. Level Eksekusi dan Implementasi Industry 4.0 (Crnjac, Veža and
Banduka, 2017).
Berdasarkan Gambar 3
dapat ditangkap peengertian bahwa untuk melakukan eksekusi dan implementasi
Industry 4.0 perlu dilakukan Manajemen terhadap Teknologi Informasi. Hal ini
dikarenakan konsep Industri 4.0 tidak terlepas dari adopsi teknologi informasi.
Transofrmasi digital
telah menjadi tren utama di era Industri 4.0, mengarahkan strategi IT kedalam
strategi bisnis tidaklah cukup. Dibutuhkan kemampuan untuk integrasi serta
menjadikan peran teknologi lebih kepada enabler sebuah bisnis atau kunci utama
dalam menjalankan bisnis, bukan lagi sebagai penyedia layanan saja. Hubungan
antara teknologi informasi dan bisnis menjadi jauh lebih kuat daripada
sebelumnya.
Sumber:
MANAJEMEN
LAYANAN TEKNOLOGI INFROMASI: TANTANGAN DALAM KURIKULUM PERGURUAN TINGGI DI ERA
REVOLUSI INDUSTRI 4.0 -
IT Service Management – IBM -https://www.ibm.com/developerworks/community/files/form/anonymous/api/library/42529e82-173a-4f45-805b-93d9eb35ffa6/document/794a9a0c-7213-439d-a147-abc43ca86303/media/ITSM%20Reference%20Architecture%20-%20ITSM%20-%20Whitepaper.pdf
Smarter IT:
Optimize IT Delivery, Accelerate – http://www.bitpipe.com/fulfillment/1424190373_917
The Open GROUP
Request to Fulfill (R2F) Value Stream - http://pubs.opengroup.org/it4it/refarch20/chap07.html
The Open GROUP
Detect to Resolve (D2R) Value Stream - http://pubs.opengroup.org/it4it/refarch20/chap08.html
Smart IT:
Optimize IT Delivery, Accelerate Innovation - http://www.innovise-esm.com/assets/media/integrated_service_management_-_ibm.pdf.pdf
The ITIL® and
ITSM Directory - http://www.itil-itsm-world.com/
Aoun, J. E. (2017)
Robot-proof: higher education in the age of artificial intelligence. MIT Press.
Bowers, D. and
Morse, D. (2018) ‘Including IT service management in the Computing curriculum:
a caricature approach’, in Computing Education Practice. University of Durham.
Available at: http://libeprints.open.ac.uk/52883/1/CEP-2018
ITIL caricatures.pdf.
Cox, R. and
Marriott, I. (2003) ‘Trust and control: the key to optimal outsourcing
relationships’.
Crnjac, M., Veža,
I. and Banduka, N. (2017) ‘From Concept to the Introduction of Industry 4.0’,
International Journal of Idustrial Engineering and Management, 8, p. 21.
Galup, S. D. et
al. (2009) ‘An overview of {IT} service management’, Commun. {ACM}, 52(5), pp.
124–127. doi: 10.1145/1506409.1506439.
Gunadarma. (n.d.).
Kurikulum SIstem Informasi. Retrieved from http://filkom.gunadarma.ac.id/sisinformasi/page/detail/39/Kurikulum
ITS. (2014).
Kurikulum 2014-2019 Program Studi S1 Sistem Informasi. Retrieved September 26,
2018, from http://is.its.ac.id/apps/masters_v2/wp-
content/uploads/2015/02/bukupanduan_kurikulum2014- 2019_published3.pdf
Jumat, 26 April 2019
TUGAS III Penerapan COBIT Dalam Framework
Nama: Daffa Rizki Pratama
NPM: 11117406
Kelas: 2KA24
(Paraf)
( )
JURUSAN SISTEM INFORMASI
ATA 2018/2019
A. Control Objective for Information and related Technology (COBIT)
Control
Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT.
adalah seperangkat praktik terbaik (kerangka) untuk teknologi informasi (TI)
manajemen yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association
(ISACA), dan IT Governance Institute (ITGI). COBIT memberikan manajer, auditor,
dan pengguna TI dengan satu set secara umum langkah-langkah, indikator, proses
dan praktik terbaik untuk membantu mereka dalam memaksimalkan manfaat yang
diperoleh melalui penggunaan TI dan pengembangan tata kelola TI yang sesuai dan
pengendalian dalam sebuah perusahaan. Untuk sekarang COBIT 5merupakan
versi terbaru.
COBIT pertama kali dirilis pada tahun 1996. Tugasnya untuk
meneliti , mengembangkan, mempublikasikan dan
mempromosikan otoritatif, up-to-date, set internasional yang diterima secara
umum untuk tujuan pengendalian teknologi informasi untuk sehari-hari digunakan
oleh para manajer bisnis dan auditor.
COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu:
·
Perencanaan dan organisasi (plan
and organise)
·
Pengadaan dan implementasi (acquire
and implement)
·
Pengantaran dan dukungan (deliver
and support)
·
Pengawasan dan evaluasi (monitor
and evaluate)
B.
Framework
dan Komponennya
Orientasi bisnis COBIT terdiri dari
mengaitkan tujuan bisnis dengan tujuan TI, menyediakan metrik dan model
kematangan untuk mengukur pencapaian mereka, dan mengidentifikasi tanggung
jawab terkait dari pemilik proses bisnis dan TI.
Fokus proses COBIT diilustrasikan oleh
model proses yang membagi TI menjadi empat domain (Merencanakan dan Mengatur;
Memperoleh dan Menerapkan; Memberikan dan Mendukung; dan Memantau dan
Mengevaluasi) dan 34 proses sejalan dengan bidang tanggung jawab perencanaan,
membangun, menjalankan, dan monitor. Ini diposisikan pada tingkat tinggi dan
telah diselaraskan dan diselaraskan dengan standar TI lainnya yang lebih rinci
dan praktik-praktik baik seperti COSO, ITIL, BiSL, ISO 27000, CMMI, TOGAF dan
PMBOK. COBIT bertindak sebagai integrator dari berbagai materi panduan ini,
merangkum tujuan-tujuan utama dalam satu kerangka kerja yang menghubungkan
model praktik yang baik dengan tata kelola dan persyaratan bisnis. COBIT 5
selanjutnya mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan kerangka kerja COBIT 4.1,
Val IT 2.0 dan Risiko dan mengambil kerangka kerja IT Assurance (ITAF) dari
ISACA dan Model Bisnis untuk Keamanan Informasi (BMIS).
Kerangka kerja dan komponennya dapat, bila digunakan
dengan baik, juga berkontribusi untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
Ini dapat mendorong manajemen informasi yang tidak boros, meningkatkan jadwal
retensi, meningkatkan kelincahan bisnis, dan menurunkan biaya sambil mematuhi
dengan lebih baik dengan retensi data dan peraturan manajemen.
Komponen
COBIT meliputi:
·
Kerangka Kerja(Framework):
Mengatur tujuan tata kelola TI dan praktik-praktik yang baik oleh domain dan
proses TI dan menghubungkannya dengan persyaratan bisnis.
·
Deskripsi proses(Process
descriptions): Model proses referensi dan bahasa umum untuk semua orang di
suatu organisasi. Proses memetakan ke area tanggung jawab dari perencanaan,
membangun, menjalankan, dan memantau.
·
Tujuan pengendalian(Control
opjectives): Memberikan serangkaian persyaratan tingkat tinggi yang lengkap
untuk dipertimbangkan oleh manajemen untuk pengendalian yang efektif dari
setiap proses TI.
·
Pedoman manajemen(Management
guidelines): Membantu menetapkan tanggung jawab, menyetujui tujuan, mengukur
kinerja, dan menggambarkan keterkaitan dengan proses lain.
·
Model kematangan(Maturity
models): Menilai kematangan dan kemampuan per proses dan membantu mengatasi
kesenjangan.
C.
Kerangka
Yang Membuat COBIT Dapat Berjalan Dengan Baik
“Manajer IT yang terlibat dalam merancang atau
pengujian terkait kontrol TI harus mencari matriks yang memetakan COBIT ke
COSO, dan diskusi terkait TI manajemen risiko dan pemisahan tugas, sangat
informatif” (Chan, Anthony S. 2006). “COBIT sejalan dengan Komite umum
Sponsoring Organizations (COSO) kerangka dengan pengendalian internal yang
terdiri dari empat domain menyelaraskan dengan siklus implementasi TI:
perencanaan dan organisasi, akuisisi dan implementasi, pengiriman dan dukungan,
dan pemantauan” (Lemme, Steve, 2005). Sehingga domain tersebut dapat
diidentifikasikan yang terdiri dari 34 proses, yaitu:
1.
Plan and organize (PO)
Yaitu mencakup masalah
mengidentifikasikan cara terbaik TI untuk memberikan kontribusi yang maksimal
terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi. Domain ini menitikberatkan pada
proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI dengan strategi organisasi.
Domain PO terdiri dari 10 control objectives, meliputi :
·
PO1 : Define a strategic IT plan
·
PO2 : Define the information
architecture
·
PO3 : Determine technological
direction
·
PO4 : Define the IT processes,
organization and relationships
·
PO5 : Manage the IT investment
·
PO6 : Communicate management aims
and direction
·
PO7 : Manage IT human resources
·
PO8 : Manage quality human
resource
·
PO9 : Asses and manage IT risks
·
PO10 : Manage projects
2.
Acquire and Implement (AI)
Domain ini menitikberatkan pada
proses pemilihan, pengadaan dan penerapan TI yang digunakan. Pelaksanaan strategi
yang telah ditetapkan, harus disertai solusi-solusi TI yang sesuai solusi TI
tersebut diadakan, diimplementasikan dan diintegrasikan kedalam proses bisnis
organisasi. Dimana domain AI terdiri dari 7 control objectives, meliputi :
·
AI1 : Identify automated
solutions
·
AI2 : Acquire and maintain
application software
·
AI3 : Acquire and maintain
technology infrastructure
·
AI4 : Enable operation and use
·
AI5 : Procure IT resources
·
AI6 : Manage changes
·
AI7 : Install and accredit
solutions and changes
3.
Deliver and Support (DS)
Domain ini menitikberatkan pada
proses pelayanan TI dan dukungan teknisnya yang meliputi hal keamanan sistem,
kesinambungan layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan
pengelolaan data yang sedang berjalan. Dimana domain DS terdiri dari 13 control
objectives, meliputi :
·
DS1 : Define and manage service
levels
·
DS2 : Manage third-party services
·
DS3 : Manage performance and
capacity
·
DS4 : Ensure continuous service
·
DS5 : Ensure systems security
·
DS6 : Identify and allocate costs
·
DS7 : Educate and train users
·
DS8 : Manage service desk and
incidents
·
DS9 : Manage the configuration
·
DS10 : Manage problems
·
DS11 : Manage data
·
DS12 : Manage the physical
environment
·
DS13 : Manage operations
4.
Monitor and Evaluate (ME)
Domain ini menitikberatkan pada
proses pengawasan pengelolaan TI pada organisasi seluruh kendali-kendali
yang diterapkan setiap proses TI harus diawasi dan dinilai kelayakannya secara
berkala. Domain ini fokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam
organisasi, pemeriksaan internal dan eksternal. Dimana domain ME terdiri dari 4
control objectives, meliputi :
·
ME1 : Monitor and evaluate IT
performance
·
ME2 : Monitor and evaluate
internal control
·
ME3 : Ensure regulatory
compliance
·
ME4 : Provide IT Governance
Maka dengan melakukan kontrol terhadap 34 control objectives tersebut,
organisasi dapat memperoleh keyakinan akan kelayakan tata kelola dan kontrol
yang diperlukan untuk lingkungan TI. Karena COBIT dirancang beriorientasi
bisnis agar bisa digunakan banyak pihak, tetapi lebih penting lagi adalah
sebagai panduan yang komprehensif bagi manajemen dan pemilik bisnis proses.
Kebutuhan bisnis akan tercermin dari adanya kebutuhan informasi. Dan informasi
itu sendiri perlu memenuhi kriteria kontrol tertentu, untuk mencapai tujuan
bisnis.
D.
Manfaat
Penggunaan COBIT Pada Pengendalian TI Dalam Perusahaan
Manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dalam
penggunaan COBIT pada pengendalian internal TI perusahaan lainnya yaitu:
1. Dapat
membantu auditor, manajemen dan pengguna. Dengan cara menutup kesenjangan
antara kebutuhan bisnis, resiko, control, keamanan. Melalui peningkatan
pengamanan dan mengontrol seluruh proses TI.
2.
COBIT dapat memberikan arahan
(guidelines) yang berorientasi pada bisnis, dan karena itu business process
owners dan manajer, termasuk juga auditor dan user, diharapkan dapat
memanfaatkan guideline ini dengan sebaik-baiknya.
DAFTAR PUSTAKA
1. IT Governance
Institute. 2007 . COBIT 4.1 Framework Control Objectives, Management
Guidelines, Maturity Models. IT Governance Institute.
2. Widjaja
Tunggal, Amin. 1996 . Struktur Pengendalian Intern. Jakarta : Rineka Cipta.
3. Laudon, Kenneth
and Jane P. Laudon. 2012 . Management Information System, 10th ed. Amazon : Amazon Warehouse Deals.
4. Sanderson, Ian.
"Tools for IT governance assurance: using recent updates of ISACA's
Information Systems Audit and Assurance Standards alongside COBIT 5 can help
auditors evaluate their organization's information systems governance."
Internal Auditor 2013: 51+. Gale Economic Education Humanities Social-Science
Arts 2. Web. 22 Dec. 2015.
5. Chan, Anthony
S. Manager’s Guide to Compliance : Sarbanes-Oxley, COST, ERM, COBIT, IFRS,
BASEL II, OMB’s A-123, ASX 10, OECD Principles, Turnbull Guidance, Best
Practices, and Case Studies. The CPA Journal Oct. 2006 : 11 . Gale Economic
Education Humanities Social-Science Arts 1. Web. 17 Dec. 2015.
6. Lemme, Steve. 2005
.Database Trends & Applications., Vol. 19 Issue 4, p6-6. 1/2p.
7. John Romney
Paul and Marshall B. Steinbart. 2009 . Accounting Information Systems. Pearson
: January 1, 2009.
8.
Noverdi, Fajar. 2012 . Manfaat COBIT . Diambil dari : http://fajarnoverdi.blogspot.co.id/2012/03/manfaat-cobit.html.
Langganan:
Postingan (Atom)


